10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pria Saat Mencukur Jenggot

10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pria Saat Mencukur Jenggot

Mencukur jenggot dan kumis merupakan salah satu perawatan yang rutin dilakukan para pria. Namun, sering kali kita melakukan sejumlah kesalahan saat sedang cukuran, sehingga hasilnya malah tidak maksimal, atau bahkan malah menimbulkan masalah.

Meski sudah menggunakan alat cukur yang canggih, tetap saja kesalahan tersebut bisa terjadi. Beberapa ahli membeberkan sejumlah kesalahan umum yang biasanya dilakukan pria saat mencukur jenggot, yang mungkin juga sering Anda lakukan, seperti dilansir Mens Journal dan Forbes.

UNTUK MENDAPATKAN PRODUK INI ATAU INFORMASI LEBIH LANJUT, SILAHKAN HUBUNGI:

CUSTOMER CARE TIKA :  0857-3314-8676 (INDOSAT)

WA KLIK : HTTP://BIT.LY/085733148676

BBM : HTTP://BIT.LY/DDB856EE

LINE : HTTP://LINE.ME/TI/P/~FOLTIBAFFI_CENTER

WEB : HTTP://WWW.OBATPENUMBUHKUMIS.NET

1. Mencuci muka dengan air dingin

Air dingin bisa mengerutkan ukuran pori-pori Anda, sehingga mempersulit krim cukur meresap dengan baik dan membuat pisau cukur bekerja lebih keras. Sebaiknya Anda mencuci muka Anda dengan air hangat untuk membuka pori-pori dan melembutkan pangkal jenggot Anda.

“Anda akan memerlukan persiapan setiap kali Anda cukuran, bisa dengan membasahi handuk dengan air hangat atau membuat kamar mandi Anda beruap. Semakin Anda membasahi area jenggot Anda dengan air hangat atau panas, rambutnya akan melunak, dan mempermudah Anda mencukurnya,” ujar salah satu tukang cukur ahli dari teh Art of Shaving di Los Angeles, Amerika Serikat, Steve Gonzalez.

2. Tidak membersihkan wajah sebelum mencukur

Craig the Barber, salah satu tukang cukur ahli di Hollywood, mengatakan bahwa kebanyakan pria menganggap krim cukur memberikan kelembapan yang cukup untuk mencukur. Dalam beberapa kasus, itu benar, tapi membasahi kulit akan membuat hasilnya jadi lebih baik.

“Mencuci wajah dengan sabun wajah dan pembersih kulit yang bagus sebelum menggunakan krim cukur adalah kuncinya. Ia akan membersihkan minyak dan debu, sehingga meningkatkan kinerja alat cukur Anda,” ujar Craig.

3. Menggunakan krim kemasan kaleng

Beberapa ahli grooming, seperti Vaughn Acord, mengatakan krim yang dijual dalam kemasan kaleng memang murah. Tapi Anda bisa saja mengalami kemerahan dan lebih mudah terluka saat cukuran, karena busa dari krim tersebut tidak diformulasikan untuk lembut maupun ramah dengan kulit wajah Anda.

“Cukuran akan mengelupaskan lapisan kulit terluar, membuka kulit baru yang perlu kelembapan dan perlindungan. Anda perlu krim cukur yang mengandung minyak dan bahan yang memelihara kulit,” ujar ahli grooming yang pernah menangani sejumlah musisi dan artis seperti Bruce Springsteen, Tom Brady, dan lainnya.

4. Mencukur terburu-buru atau terlalu cepat

Craig menyarankan agar tidak terlalu cepat atau terburu-buru ketika cukuran. Bila terlalu cepat, Anda bisa melukai dan mengiritasi kulit.

“Saya mengerti Anda sibuk, tapi ada produk-produk lain di pasaran yang tidak menimbulkan rasa sakit dan bisa mencukur dengan rapi, baik ketika Anda mencukur di kamar mandi ataupun di mobil, yang bisa Anda coba dan pilih,” tutur Craig.

5. Mencukur bolak-balik dan tidak mencukur sampai bawah

Mencukur dengan arah yang tidak sama adalah salah satu kesalahan yang utama. Pastikan Anda selalu mencukur hanya dari atas ke bawah, atau atau hanya dari bawah ke atas, dan bukan malah berganti-ganti arah.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mencukur terlalu tinggi atau hanya bagian atasnya saja, dan tidak memperhatikan bagian-bagian yang ada di bawah. Lanjutkan mencukur sampai leher, bila ada rambut halus atau memang jenggot Anda sampai ke bawah leher.

6. Terlalu agresif

Sayangnya banyak pria mencukur terlalu agresif. Alasannya, semakin menekan ketika mencukur, mereka menganggap hasilnya akan lebih rapi. Padahal kata Craig tidak demikian.

“Banyak pria berpikir dengan menambah tekanan ketika mencukur, hasilnya akan lebih baik. Padahal, semakin kuat Anda menekan, risiko terkena luka cukur akan lebih tinggi. Dengan rutinitas mencukur yang benar, wajah dan jenggot Anda akan tercukur dengan baik,” beber Craig.

7. Tidak membersihkan wajah setelah bercukur

Craig menyarankan agar setelah Anda selesai bercukur, Anda langsung membersihkan wajah sama seperti Anda membersihkannya sebelum bercukur. Ini harus dilakukan untuk mencegah kemerahan, sensitivitas, dan benjolan kecil akibat pisau cukur. Setelah membersihkan wajah, Anda bisa memberikan pelembap di bagian kulit yang baru saja dicukur, untuk mencegahnya terasa gatal dan iritasi.

8. Tidak melakukan cukuran “sesi kedua”

Setelah selesai mencukur dan membersihkan wajah, tinggal satu langkah lagi agar cukuran Anda sempurna. Acord mengatakan, sebaiknya Anda berkaca lagi dan melihat apakah ada rambut halus di jenggot atau kumis yang terlewatkan. Bila ada, cukur lagi dan setelahnya kembali bersihkan wajah Anda.

“Masalah dari menggunakan krim cukur adalah Anda tidak bisa benar-benar melihat bagian yang Anda cukur secara keseluruhan. Jadi, Anda perlu melakukan cukuran ‘kedua’ atau mencukur lagi pada bagian-bagian yang mungkin terlewatkan, yang tidak terlihat sebelumnya,” saran Acord.

9. Menyegarkan wajah dengan aftershave yang mengandung alkohol

Selama bertahun-tahun, sudah jadi kebiasaan bagi para pria untuk menyegarkan wajah setelah bercukur menggunakan aftershave yang mengandung alkohol. Padahal, mengoleskan alkohol pada bagian kulit yang baru saja dicukur malah akan membuat kulit terasa seperti terbakar, kering, dan mengeras.

“Tidak menutup kemungkinan kulit juga akan menghitam,” tambah Craig.

Gonzalez menyarankan, setelah selesai bercukur, sebaiknya bagian wajah yang baru dicukur dilindungi dengan pelembap, bukan aftershave.

“Setelah mencukur jenggot dan kumis, Anda bisa memberikan pelembab yang mengandung bahan alami seperti shea butter, yang melapisi kulit dan memberinya kelembapan,” papar Gonzalez.

10. Selalu mencukur dengan pisau cukur yang sama

Pisau cukur yang Anda pakai dan miliki di kamar mandi rumah Anda sekarang, tidak bisa dipakai untuk waktu yang lama. Gonzalez mengatakan pisau cukur harus diganti setiap 3-5 kali cukuran.
“Cepat atau lama tumpulnya pisau cukur yang Anda pakai tergantung pada seberapa tebal dan kasarnya jenggot atau kumis Anda,” papar Gonzalez.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *