4 Fakta Penting Tentang Menumbuhkan Jenggot

4 Fakta Penting Tentang Menumbuhkan Jenggot

Menumbuhkan jenggot atau brewok semakin menjadi tren belakangan ini. Namun, tidak jarang banyak pria yang sudah berusaha keras untuk menumbuhkan jenggot, malah gagal. Masalah lain kadang juga terjadi di kalangan pria yang berjenggot, seperti jika mereka ingin mempertebal jenggot mereka.

Dikutip dari howstuffworks.com, orang-orang yang berjanggut tebal atau lebat memiliki folikel rambut yang banyak di wajah mereka. Gen, hormon, dan usia juga mempengaruhi seberapa banyak folikel rambut yang dimiliki seseorang. Di samping melakukan transplantasi folikel dari beberapa bagian tubuh ke wajah, tidak ada lagi yang bisa Anda lakukan untuk menambah jumlahnya.

UNTUK MENDAPATKAN PRODUK INI ATAU INFORMASI LEBIH LANJUT, SILAHKAN HUBUNGI:

CUSTOMER CARE TIKA :  0857-3314-8676 (INDOSAT)

WA KLIK : HTTP://BIT.LY/085733148676

BBM : HTTP://BIT.LY/DDB856EE

LINE : HTTP://LINE.ME/TI/P/~FOLTIBAFFI_CENTER

WEB : HTTP://WWW.OBATPENUMBUHKUMIS.NET

Selain faktor genetik dan jumlah folikel rambut, obrolan seputar jenggot juga melibatkan sejumlah fakta menarik lainnya.

1. Testosteron memang bisa mempercepat pertumbuhan jenggot, tapi…

Banyak pria yang menambah kadar testosteronnya demi bisa menumbuhkan atau memperlebat jenggot mereka. Sayangnya, menurut Professor Joe Herbert, spesialis hormon dari University of Cambridge, mereka ini cuma buang-buang uang.

“Testosteron hanya meningkatkan pertumbuhan rambut wajah jika kadar testosteron seseorang memang rendah atau tidak pada tingkat optimal,” ujar Herbert.

Ahli endokrinologi ini juga mengatakan, tingkat testosteron pada setiap pria berbeda. Sebagai tambahan, ukuran dan kualitas rambut wajah benar-benar tergantung pada seberapa banyak folikel rambut di wajah Anda, bagaimana penyebarannya, dan apakah wajah Anda mengandung jumlah reseptor yang cukup untuk melihat kadar testosteron Anda.

Orang yang tidak bisa menumbuhkan jenggotnya karena kekurangan testosteron bisa menambah testosteron dengan beberapa suplemen yang ada, meskipun dampak yang paling terlihat adalah isi kocek mereka yang terkuras habis. Namun, sayangnya penggunaan suplemen testosteron untuk menambah kadar testosteron dalam tubuh bisa berakibat buruk.

“Menggunakan banyak suplemen testosteron juga bisa merusak tubuh Anda. Hati Anda bisa rusak, risiko serangan jantung bisa meningkat, dan menyebabkan masalah vaskular lainnya. Testosteron yang tinggi juga bisa meningkatkan ukuran prostat Anda, yang bisa menyebabkan infeksi kemih dan memperburuk risiko kanker prostat,” jelas Herbert seperti dilansir Telegraph.

2. Jenggot bisa mengurangi risiko kanker kulit

Siapa sangka kalau ternyata menumbuhkan jenggot bisa mengurangi risiko kanker? Ya, berdasarkan studi yang dilakukan sejumlah peneliti di University of Southern Queensland, jenggot terbukti memiliki manfaat kesehatan. Jenggot mampu menghalangi 95% sinar UV yang berbahaya menyentuh kulit, dan ini akan mengurangi risiko perkembangan kanker kulit.

Tidak hanya mengurangi risiko terkena kanker kulit, seperti dilansir Huffingtonpost, pria penderita asma yang memiliki jenggot biasanya gejala asmanya berkurang seiring tumbuhnya jenggot. Ini karena jenggot membantu mencegah debu dan serbuk sari masuk ke sistem pernapasan. Jenggot yang lebat dan menutupi sebagian wajah Anda akan membuat kulit Anda terlihat lebih sehat dan lebih muda.

3. Merokok mengganggu pertumbuhan jenggot

Rokok mengandung lebih dari 4.800 bahan kimia dan ia bisa menyebabkan stress oksidatif pada setiap pertumbuhan rambut dan pigmentasi. Namun, ahli rambut dan kulit kepala Lisa Gilbey dari Northants Hair & Scalp Clinic, mengatakan sebenarnya efek merokok pada pertumbuhan rambut belum dilakukan secara menyeluruh.

“Apa yang kita tahu sekarang adalah bahwa merokok memiliki efek penuaan. Dengan mengganggu sirkulasi, akhirnya aliran darah kapiler ke akar rambut berkurang. Hasilnya membuat sel kulit menolak kebutuhan optimal untuk pertumbuhan rambut normal,” ujar Lisa.

Lisa menambahkan, merokok bisa menguras banyak vitamin yang mengandung sel penghancur radikal bebas. Ketika vitamin B terkuras, jalur metabolis untuk melanin (pigmen warna) akan kacau. Hasilnya bisa membuat rambut di tubuh menjadi beruban lebih cepat.

4. Sering mencukur jenggot tidak memperlebat ataupun mempercepat pertumbuhan

Ada sebuah mitos yang paling umum beredar di kalangan pria, yaitu dengan sering mencukur jenggot, jenggot kita akan tumbuh lebih cepat dan juga akan lebih lebat atau tebal. Sayangnya itu salah.

David Alexander, ahli perawatan rambut pria memaparkan dalam tulisan di menshair.about.com, bahwa rambut pada dasarnya adalah protein dan keratin, ia tidak memiliki asupan darah atau sistem saraf.

“Tubuh Anda tidak tahu apakah jenggot Anda dicukur (atau panjangnya 5 cm), karena rambut tidak memiliki cara mengomunikasikan informasi tersebut ke tubuh Anda,” tutur David.

Dalam studi tahun 1970 yang dimuat di Journal of Investigative Dermatology, dipastikan bahwa mencukur tidak mengubah ketebalan atau jumlah pertumbuhan rambut seseorang. Studi ini melibatkan 5 pria muda, yang semuanya diminta untuk mencukur bulu salah satu kaki mereka, dan kaki satunya lagi dijadikan perbandingan.

Pria sering kali percaya bahwa bercukur menyebabkan jenggot tumbuh lebih cepat atau lebih lebat, tapi rambut wajah umumnya tumbuh lebih banyak dan lebih cepat seiring bertambahnya usia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *